Sabtu, April 13, 2024

Viral Mural Mirip Jokowi. Ini Arti 404 Not Found

- Advertisement -

BACA JUGA

- Advertisement -

KITATAHU.ID, Jakarta – Belakangan viral sebuah mural dengan gambar mirip jokowi yang ditutupi oleh tulisan 404 not found. Mural tersebut digambar di sekitar wilayah Batuceper, Tangerang.

Saat ini mural tersebut telah dihapus oleh pihak keamanan.

- Advertisement -

(Mural Mirip Jokowi telah dihapus)

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang mengatakan bahwa mural tersebut adalah pelecehan terhadap lambang negara.

- Advertisement -

“Kami ini sebagai aparat negara melihat sosok Presiden dibikin kayak begitu, itu kan pemimpin negara, lambang negara. Kalau untuk media kan beda lagi penampakan, pengertian penafsiran. Kalau kami, itu kan pemimpin, panglima tertinggi TNI-Polri,” tutur Kasubag Humas Polres Metro Kota Tangerang, Kompol Abdul Rachim, Jumat (13/8).

Baca Juga  Ini Langkah Untuk Meningkatkan Jumlah dan Kualitas Sperma

Lalu apa maksud dari 404 not found tersebut?

- Advertisement -

Menurut Pakar Telematika, Roy Suryo, istilah 404 Not Found ini berawal dari Conseil Europeen Pour la Recherche Nucleaire (CERN). CERN adalah sebuah organisasi Eropa yang digunakan untuk melakukan riset nuklir.

Baca Juga  10 Atlet Esport Dengan Penghasilan Tertinggi di Indonesia

Di dalam CERN, disebutkan terdapat ruangan yang disebut 404. Namun nyatanya ruangan tersebut tidak pernah ada. Sehingga kemudian muncullah sebuah istilah tentang file yang tidak ditemukan setelah dicari dan ditulis menjadi 404 Not Found.

Entah apa maksud dari gambar mirip Jokowi yang pada bagian mata tertulis 404 Not Found. Tetapi terkait penghapusan mural tersebut, Arsitek dan Ahli Tata Kota, Bambang Eryudhawan mengatakan bahwa pemerintah mesti berhati-hati dalam memperlakukan mural atau seni jalanan.

Baca Juga  Fabio Quartararo Akan Dipertahankan Dalam Tim Yamaha

Dengan dihapusnya mural tersebut justru dapat menjadi bumerang pada pemerintah yang dengan penilaian masyarakat terhadap sang penguasa.

“Mural (seni jalanan) itu sudah ada sejak dulu, bahkan sejak Orde Baru. Waktu itu jadi bagian dari media untuk menyampaikan kritik dan pendapat,” tutur Eryudha, Minggu (15/8/2021).

Sejak viralnya mural tersebut, hingga kini masih menuai kontroversial lantaran tindak penghapusan tersebut.

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest article

Stres Akibat Perang di Gaza, Tentara Israel Tembaki Rekan Sendiri

KITATAHU.ID, Ashkelon - Seorang tentara pasukan pertahanan Israel (IDF) menembak rekannya sendiri usai mengalami mimpi buruk imbas berperang di Jalur Gaza selama lebih dari...

Mahasiswa Aceh “Usir” Pengungsi Rohingya, Korlap Aksi: Kami Minta Imigrasi Deportasi Mereka

KITATAHU.ID, Aceh - Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh melakukan aksi menolak pengungsi Rohingya di tanah rencong.  Mulanya, mahasiswa berunjuk rasa di Kantor...

Tantangan Era Digital 5.0

KITATAHU.ID - Kemajuan teknologi terus berkembang pesat dari waktu ke waktu. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi telah membawa perubahan besar dengan begitu cepat dalam...

Prasejarah dan Geografis Terbentuknya Nusantara

KITATAHU.ID - Dahulu Nusantara terbentuk dari dua ujung Superbenua Pangaea di zaman Mesozoikum sekitar 250 juta tahun lalu, namun bagian dari lempeng benua yang...

Ini Alasan Tedong atau Kerbau Lebih Mahal Dibanding Sapi

KITATAHU.ID - Tedong atau lebih umumnya dikenal sebagai Kerbau. Di daerah Toraja, Sulawesi Selatan, Kerbau dipercaya sebagai kendaraan bagi arwah menuju Puya (akhirat). Maka dari...
- Advertisement -