Minggu, Februari 25, 2024

Said Didu: Ya Allah, Jangan Sampai Tiba Saatnya di Negeriku Agama Dilarang Dipelajari

- Advertisement -

BACA JUGA

- Advertisement -

KITATAHU.ID – Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu berdoa agar jangan sampai tiba masa di mana di Indonesia, orang dilarang memperlajari agama.

“Ya Allah, jangan sampai tiba saatnya di negeriku agama dilarang dipelajari,” kata Said Didu melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 5 Desember 2021.

- Advertisement -

Bersama pernyataannya, Said Didu membagikan berita soal Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman yang mengingatkan agar jangan terlalu dalam belajar agama.

Baca Juga  Bripda Randy Bagus, Kekasih Mahasiswi Novia Widyasari Tersangka dan Terancam Dipecat dari Polisi

- Advertisement -

Dilansir dari Republika, Dudung mengatakan itu saat bertausiyah di Masjid Nurul Amin, Kota Jayapura, Provinsi Papua, beberapa waktu lalu.

Hal itu dilakukan Jenderal Dudung di sela kunjungan kerja ke Kodam XVII/Cenderawasih.

Dalam video yang diunggah akun Dispenad, Dudung menyinggung tentang implementasi rasa syukur yang sudah diciptakan oleh Allah SWT kepada hambanya untuk menunaikan sholat.

Baca Juga  4 Asupan Nutrisi Yang Sangat Dibutuhkan Tubuh Saat Positif COVID-19
- Advertisement -

Jendetal Dudung pun menyebut soal lima tingkatan keimanan umat Islam, yakni iman taklid, iman ilmu, iman iyaan, iman haq (haqul yaqiin), dan iman hakikat.

“Oleh karena itu, banyak sebagian dari orang Islam sering terpengaruh katanya hadis ini, katanya hadis itu, kata Nabi Muhammad SAW,”  ujarnya, dilansir pada Minggu, 5 Desember 2021.

Baca Juga  Waspadai 5 Hal Yang Dapat Membuat Anak Merasa Takut

“Oleh karenanya jangan terlalu dalam, jangan terlalu dalam mempelajari agama,” sambung Jenderal Dudung.

Kepada jamaah salat Subuh, Dudung mengatakan bahwa dampak terlalu dalam mempelajari agama adalah terjadi penyimpangan.

“Akhirnya terjadi penyimpangan-penyimpangan. Kaya Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan 8 Wajib TNI, kalau kalian prajurit tidak memahami tidak mengerti artinya Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI,” kata mantan panglima Kostrad tersebut.[TERKINI]

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest article

Stres Akibat Perang di Gaza, Tentara Israel Tembaki Rekan Sendiri

KITATAHU.ID, Ashkelon - Seorang tentara pasukan pertahanan Israel (IDF) menembak rekannya sendiri usai mengalami mimpi buruk imbas berperang di Jalur Gaza selama lebih dari...

Mahasiswa Aceh “Usir” Pengungsi Rohingya, Korlap Aksi: Kami Minta Imigrasi Deportasi Mereka

KITATAHU.ID, Aceh - Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh melakukan aksi menolak pengungsi Rohingya di tanah rencong.  Mulanya, mahasiswa berunjuk rasa di Kantor...

Tantangan Era Digital 5.0

KITATAHU.ID - Kemajuan teknologi terus berkembang pesat dari waktu ke waktu. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi telah membawa perubahan besar dengan begitu cepat dalam...

Prasejarah dan Geografis Terbentuknya Nusantara

KITATAHU.ID - Dahulu Nusantara terbentuk dari dua ujung Superbenua Pangaea di zaman Mesozoikum sekitar 250 juta tahun lalu, namun bagian dari lempeng benua yang...

Ini Alasan Tedong atau Kerbau Lebih Mahal Dibanding Sapi

KITATAHU.ID - Tedong atau lebih umumnya dikenal sebagai Kerbau. Di daerah Toraja, Sulawesi Selatan, Kerbau dipercaya sebagai kendaraan bagi arwah menuju Puya (akhirat). Maka dari...
- Advertisement -